Kelinci sumatra 

Hewan Endemik Pulau Sumatra Ini Terancam Punah, Miris dan Sedih

Pulau Sumatra adalah pulau dengan jumlah masyarakat terbanyak kedua di Indonesia, sehabis Pulau Jawa yang terkenal masyarakatnya dengan permainan dari situs daftar slot via dana. Maka pembangunan di Pulau Sumatra pasti udah cukup maju, demi mengakomodasi banyaknya penduduk. Tak pelak, hal itu terhitung ikut pengaruhi keseimbangan alam di pulau tersebut.

Sayangnya, suasana itu memicu lebih dari satu satwa asli Pulau Sumatra jadi terancam. Padahal pasti keberadaan hewan-hewan itu terlalu signifikan bagi ekosistem alami di sana. Apa saja hewan endemik Pulau Sumatra yang kini merasa terancam punah gara-gara aktivitas manusia? Ini dia 6 hewan di antaranya.

1. Harimau Sumatra

Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang hidup di Pulau Sumatra. Mereka adalah subspesies harimau terkecil di dunia, dengan panjang maksimal 2,4 meter dan bobot 118 kg. Selain itu, National Geographic terhitung menyebut bahwa ciri Harimau Sumatra adalah warna oranye yang lebih gelap dibanding subspesies harimau lain.

Sayangnya harimau yang unik ini udah terancam punah gara-gara kehilangan habitat. Mereka terhitung kerap diburu, maupun dibunuh oleh masyarakat gara-gara memasuki pemukiman. Laman IUCN menyebut bahwa diperkirakan cuma sekitar 400 ekor yang tersisa di alam bebas.

2. Gajah Sumatra

Pulau Sumatra terhitung jadi rumah bagi subspesies gajah terkeci, yakni gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis). Panjang mereka mencapai 6 meter, tinggi 3,2 meter, dan berat sampai 4 ton. Mereka terhitung unik gara-gara jantannya punya gading yang pendek, sedang betinanya lebih pendek kembali sampai kerap tak terlihat.

Laman Animalia menyebut bahwa didalam 25 th. terakhir, populasi gajah sumatra udah menyusut sampai setengahnya. Sementara persebaran mereka pun udah menyusut sebanyak 69 persen. Penyebabnya adalah kehilangan habitat, perburuan, maupun konflik dengan manusia. Laman IUCN pun memberi standing terancam kritis terhadap raksasa lembut ini.

3. Badak Sumatra

Tak cuma harimau dan gajah, spesies badak terkecil di dunia pun ada di Pulau Sumatra. Badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) tumbuh sampai 4 meter dan bobot 950 kg. Mereka merupakan salah satu spesies yang tersisa dari genus Dicerorhinus, dan mereka terbilang unik gara-gara tubuhnya berambut dan merupakan salah satu spesies badak Asia yang punya dua cula.

Laman World Wildlife menyebut bahwa sebenarnya dulu, badak sumatra tersebar sampai ke kawasan Himalaya timur dan India, Myanmar, Thailand, sampai Vietnam dan China. Namun kehilangan habitat memicu populasi mereka tinggal tersisa di Pulau Sumatra dan sedikit di Kalimantan.

4. Orangutan sumatra

Orangutan sumatra (Pongo abelii) adalah salah satu dari 3 spesies orangutan yang ada di dunia. Mereka terhitung adalah spesies orangutan terbesar, sehingga terhitung merupakan primata terbesar di Asia. Mereka menggunakan nyaris seluruh hidupnya di atas pohon, terhitung tidur di sarang yang mereka bikin di dahan pohon besar.

Keberadaan orangutan sumatra kini makin terancam gara-gara rusaknya habitat dan perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan eksotik. Mereka sebenarnya dulu tersebar sampai ke Pulau Jawa, tetapi kini populasinya cuma tersisa di Pulau Sumatra dan tetap berkurang.

5. Kelinci sumatra

Pulau Sumatra terhitung punya spesies kelincinya sendiri lho. Kelinci sumatra (Nesolagus netscheri) adalah kelinci liar yang cuma sanggup ditemukan di kawasan Pegunungan Bukit Barisan. Penampilan mereka terbilang unik dengan telinganya yang pendek dan tubuhnya yang belang.

Kelangkaan kelinci sumatra gak perlu diragukan lagi. Bagaimana tidak, mereka konon adalah kelinci paling langka di dunia! Bahkan mereka cuma dulu keluar oleh manusia sebanyak 3 kali didalam 35 tahun! Gak heran jika IUCN menambahkan standing terlalu terancam punah kepada mereka.

6. Surili sumatra

Dengan makin berkurangan area hutan di Pulau Sumatra, keberadaan hewan primata pun tahu makin terancam. Salah satunya adalah surili sumatra (Presbytis melalophos). Disebut terhitung simpai, mereka adalah monyet endemik Sumatra. Mereka adalah pemakan daun, tetapi terhitung buah, biji-bijian, dan bunga.

Laman New England Primate Conservancy menyebut bahwa makin merebaknya perkebunan kelapa sawit di Sumatra mendorong makin berkurangnya habitat surili sumatra. Mereka terhitung kerap diburu oleh petani setempat gara-gara dianggap hama. Plus, penangkapan untuk dijadikan hewan peliharaan ilegal terhitung mengancam mereka.