Trenggiling

Fakta Trenggiling, Hewan yang Paling Banyak Diperdagangkan di Dunia

Menurut daftar merah badan internasional pelestarian alam IUCN, trenggiling juga mamalia yang parah terancam punah. Seekor trenggiling diambil alih tiap menitnya dari habitat asli, sebabkan mereka jadi mamalia yang paling kerap diperdagangkan secara ilegal. Ironisnya, tak banyak yang mengerti berkenaan hewan ini, khususnya di dunia internasional yang kerpa bermain slot gacor terbaru di uar negeri sana.

Hewan dengan nama ilmiah manis ini telah diburu sejak lama. Kulit mereka diambil alih untuk dijadikan obat-obatan. Bahkan di sebagian wilayah Afrika, mereka disajikan sebagai hidangan mewah.

Ada sebagian fakta menarik yang harus anda mengerti berkenaan trenggiling untuk menaikkan kesadaran dan kepedulianmu. Disimak, ya!

1. Terdiri dari 8 spesies, dua di antaranya parah terancam punah

Trenggiling terdiri dari empat spesies yang hidup di Afrika dan empat spesies ulang di Asia. Seluruh 8 spesies yang tetap hidup tengah menghadapi ancaman kepunahan akibat perdagangan liar.

Trenggiling Sunda atau trenggiling Jawa yang hidup di hutan-hutan Indonesia juga tak luput dari ancaman kepunahan. Bahkan, trenggiling Sunda merupakan satu dari dua spesies trenggiling yang parah terancam punah menurut daftar merah IUCN. Spesies parah terancam punah lainnya adalah trenggiling Cina yang hampir punah terhadap pertengahan tahun 1990.

2. Sisik keras trenggiling efektif menjaga dari serangan predator besar

Sisik trenggiling yang khas sangat efektif menjaga mereka dari serangan predator. Ketika terancam, trenggiling bakal menggulung diri membentuk bola. Sisik ini memadai keras sampai predator besar layaknya singa, harimau, dan macan tutul menyerah memangsanya.

Ironisnya, pertahanan diri ini tidak menjaga mereka dari manusia. Posisi defensif trenggiling justru sebabkan mereka lebih mudah ditangkap dan diambil alih manusia di alam liar.

3. Sisik mereka terbuat dari keratin

Trenggiling merupakan salah satu mamalia yang semua tubuhnya tertutup keratin. Sekitar 20% dari jumlah bobot tubuh mereka singgah dari sisik. Sisik ini terbuat dari keratin, material serupa yang membentuk kuku kita. Meskipun demikian, tetap banyak orang yang percaya bahwa sisik trenggiling sanggup mengobati berbagai macam penyakit.

4. Lidah trenggiling sanggup lebih panjang dari tubuhnya

Trenggiling secara alami mempunyai lidah panjang karena sumber makanan mereka yang ada di bawah tanah. Lidah panjang dan air liur lengket mereka digunakan untuk menggapai isi sarang semut atau serangga. Biasanya, lidah mereka sanggup menggapai lebih dari 40 cm, melebihi panjang tubuh mereka.

5. Mereka menelan kerikil untuk mencerna semut di didalam perut

Trenggiling tidak mempunyai gigi untuk mengunyah makanan mereka. Oleh karena itu, mereka biasa menelan batu-batu kecil atau kerikil untuk menunjang menggiling semut dan serangga di didalam perut. Proses ini terjadi di sebuah organ spesifik yang juga terbungkus keratin.

6. Trenggiling sanggup hampir serupa baunya dengan sigung

Trenggiling mempunyai kelenjar di dekat anus yang sanggup mengeluarkan cairan berbau. Tak jauh tidak serupa dengan sigung, trenggiling bakal manfaatkan cairan selanjutnya untuk menjaga diri atau menandai wilayah mereka.

7. Seekor trenggiling sanggup memakan 20.000 semut tiap-tiap harinya, atau 73 juta semut tiap-tiap tahun

Sebagai pemakan serangga, trenggiling jadi pengendali populasi rayap paling mutlak di habitat mereka. Discover Wildlife melansirkan bahwa seekor trenggiling sanggup memakan 20.000 semut tiap-tiap harinya, atau kurang lebih 73 juta semut tiap tahunnya.

8. Seekor trenggiling diambil alih secara ilegal dari alam liar tiap-tiap lima menit

Komisi Keselamatan Spesies Pangolin IUCN melansirkan bahwa seekor trenggiling diambil alih secara ilegal dari alam liar tiap-tiap lima menitnya. Hal ini sebabkan trenggiling jadi mamalia liar yang paling kerap dan banyak diperdagangkan di semua dunia.

Komisi selanjutnya menyarankan untuk tidak belanja produk yang terbuat dari trenggiling. Meningkatkan kesadaran dan laksanakan donasi sanggup jadi alternatif langkah untuk menjaga trenggiling dari kepunahan.